Posted by: judeangel | June 7, 2013

The Meaning of Friendship

Image

People doesn’t change, their priorities do

Aku menemukan quote diatas disaat yang tepat, disaat dimana aku mempertanyakan hubungan persahabatan dengan beberapa sahabat dekat. Ya bahkan dengan sahabat terdekat. 

Frekuensi pertemuan yang tidak sesering dulu, waktu yang selalu (anggapanku) tidak tersedia untukku bila aku ingin bertemu mereka, padahal untuk orang lain mereka selalu available. Dan justru mereka yang terdekat, kekecewaan itu datang lebih menyakitkan. Karena sebaliknya aku merasa bila mereka yang membutuhkanku aku pasti ada untuk mereka. So I expect the same thing from them. I thought so.

Sempat aku juga sudah dalam suatu titik dimana aku berpikir: Okay you’ve taken me for granted, so I will I. AKu tidak lagi memberi kabar, sekedar say hello pun tidak aku lakukan. That’s it, I thought. You don’t need me, fine. I will be gone.

Tapi kemudian aku menemukan quote diatas, dan itu membuatku berpikir kembali. Dalam hidup kita memang punya prioritas masing-masing. So do I. Setelah menikah & punya anak, prioritas itu pastinya bergeser. Ternyata memang tidak dapat dipukul rata se-simple itu. Bahwa jika mereka tidak ada untukku saat aku ingin bertemu artinya aku tidak penting lagi. Toh kenyataannya kontak itu tetap terjalin.

And maybe on the other side, aku juga pernah mengecewakan seseorang yang berharap aku ada saat mereka membutuhkan aku. Aku juga sering missed some birthday dari teman-teman dekat. Mungkin bagi mereka I am also an ignorant person

Lalu satu kalimat dari seorang sahabat yang juga aku “lupakan” ulang tahunnya:

“Makna persahabatan tidak hanya sekedar ucapan selamat ulang tahun saja kok”

Nah, semakin “tertampar” kan? Bahwa betapa piciknya jika kita hanya “membatasi’ makna persahabatan hanya dari sekedar hal-hal kecil saja.

Mungkin justru yang terpenting dari persahabatan itu adalah bahwa kita tahu mereka ada dan akan ada untuk kita disaat yang tepat. Itu lebih bermakna daripada sekedar hangout singkat di akhir pekan.

Posted by: judeangel | January 13, 2012

Begin of Our Life Journey

image

Today is the D-Day! After a little more than 5 years relationship, we will start today a new chapter in.our life. A marriage.

Talking about marriage… What should I say, honestly it took a little bit longer for me to make this step. But at the end i think it is the best decision to make.

What will be different after this? I would say many things. More responsible, more respect to each other and more compromize.

What about the celebration itself? I really amn not a romantic person. I always prefer a box of pralines more than roses. And honeyfull words are for me not real. Poets? Oh gosh… Better tell me directly what you really feel.

I really wanted a small party, just the holy matrimony and small gathering with families, relatives and closest friends of us. But… The reality we would have a small celebration of a100 person still small but it’s way more than we planned. In additional we also had an engagement rituals, a small preparation prayings events in our neighbourhood.

I also don’t believe in fairy tales, love happily ever after. But I really believe in us. We have gone through many things in our 5 years relationship. And we still will have many more things ahead. So with God’s Love and Help I do believe that this time will be for ever.

Looking forward beb for a lifetime with you🙂

Posted by: judeangel | December 6, 2011

An Early New Year Resolution – Project 365

SorceImage

Source: Jencropable.com

Opportunity alias kesempatan itu datangnya ternyata sering ga terduga. Disaat kita ga expect apa-apa tau-tau nyelonong aja gitu masuk di kehidupan kita. As a good friend said: Kalo kita pasrah malah akan banyak tawaran-tawaran indah berdatangan. *ciehh lebay

Eittss… pasrah disini tapi maksudnya bukan cuma duduk manyun gitu aja trus tau-tau semua yang asik-asik muncul lhoo… Kalo itu sih tetep aja mimpi kaleee… Maksudnya pasrah itu ya live your life for today. Do your best and God do the rest. Itu mindset kehidupan yang bener.

Tapi pada kenyataannya seringkali kita malah berbuat yang sebaliknya kan. Ngoyo tiada henti sampai malah mengabaikan apa yang kita miliki. Mengejar sesuatu yang lebih sampai – yang paling parah nih – lupa untuk mensyukuri apa yang sudah kita punya.

Kemarin lewat facebook temen ga sengaja nemuin artikel blog yang oke banget… Terutama gambarnya nih yang bener-bener “menampar”. Ya tapi kita memang cenderung seperti itu… Begitu banyak hal di depan kita yang udah dikasi, eh masih aja complain dan mempertanyakan: What should I be thankful for? Ya itulah manusia kali yaa… Padahal a very simple and small thing udah bisa jadi alasan untuk bersyukur. Kita tiap pagi bisa bangun, sehat aja udah harus disyukuri lhoo… Bayangin aja kalo suatu pagi kita bangun tau-tau udah didunia lain gimana tuuh??? *model ceritanya @poconggg

Yeah bytheway anyway busway, ni kan udah Desember ya… biasanya udah pada mulai bikin-bikin resolusi kan buat tahun baru? Terisnpirasi oleh seorang temen yang bikin project 365 untuk karya foto-fotonya, just try to make our own Project 365 by counting a single happiness in every single day and post it in our stats – twitter, facebook, whateverSpread it to the world. Dan mungkin kalo kita bisa mengajak beberapa orang lagi untuk ngelakuin Project 365 mereka masing-masing, bayangkan berapa banyak kebahagiaan dan rasa syukur yang bisa kita sebarkan🙂

So… Why don’t we try this?

Posted by: judeangel | September 19, 2011

The Power of Kepepet

Source: Redbubble

Seringkali kita ga sadar kalo dalam diri kita masih tersimpan banyak sekali kemampuan. Kemampuan dan kekuatan tepatnya. Dan seringkali pula untuk “membangkitkan” itu semua memang dibutuhkan keadaan dimana kita memang lagi “kepepet” alias terdesak. Insting untuk survive, bertahan hidup itu yang bikin kemampuan dan kekuatan itu naik ke permukaan. Ibaratnya jika dibandingkan dengan binatang, memang seperti itu. Seekor hewan kalo udah terdesak pasti menyerang.

Apalagi manusia kan? Memang tidak semuanya seperti itu, tapi jika manusia itu ingin tetap exist pastinya dia akan mengeluarkan segenap kemampuan dan kekuatan untuk survive.

Talking about myself…. I never knew before that I could TEACH! Never in my dream I would think that I would be A TEACHER! O my…. Sahabat-sahabat gue yang udah kenal gue bertaun-taun ketika tau gue ngajar pada komen:

“Lu ga apa2in kan tu anak orang?” – “Emang lu bisa sabar?” – “Emang lu bisa ngajar?”

Nah kan… bisa jadi memang seperti itu image diriku dimata teman-temanku. Ga sabaran, ga telaten… Ama temen aja kaga, apalagi ama anak orang… Hehe tapi ternyata bener kata seorang temenku setahun yang lalu:

“Kalo udah kepepet rasanya apapun akan bisa kita lakukan, even itu artinya harus keluar dari zona nyaman dan membiasakan diri dengan sesuatu yang diluar kemampuan dan kebiasaan kita”

Let’s say gue nih, jujur ga pede banget awalnya ngajar… Wuiiih rasanyaaa takut banget, khawatir kalo anaknya lebih pinter dari gue gimana, kalo ditanyain ga ngerti jawabannya gimana, dll, dsb… Tiap kali dapet murid baru ya seremnya baru lagi… Namanya juga anak-anak. Kemampuan, sifat, minatnya sudah pasti beda. Belum lagi minggu lalu pertama kalinya gue dapet murid umur 4 tahun!!! Bayangkan!

Tapi ya itu kepepet itu tadi…. Sifat manusia pada umumnya selalu cari jalan keluar kan hehehe… Lama kelamaan bisa juga, lama kelamaan pede juga. Dan sekarang jujur aja enjoy banget dengan kesibukan yang satu ini.

But truly honest… I could never do this without any support. Even with many tears, fight and arguments at the beginning, but now I really thank my beb for PUSHING me to this activity. And for reminding me again and again that I can do more for myself, that I have more inside me.

So the moral of the story is: if you are in the “kepepet” situation, don’t only complaining, whining or blaming the situation but get up and start to jump out of your shadow🙂

 

Posted by: judeangel | April 19, 2011

Deeply loving you…

Courtesy of iPad Wallpaper
 

“Have you ever loved and lost somebody, wished there was a chance to say I am sorry” (Have you ever – S Club 7)

Hampir saja semuanya terlambat. Hampir, hanya kurang selembar rambut saja aku kehilangan segalanya.

Ternyata perasaan seperti itu sangat mengerikan. Perasaan bahwa suatu kesempatan – sekecil dan sesederhana apapun kesempatan itu – sudah tidak ada lagi. Kesempatan yang tidak pernah ada, dan tidak akan pernah ada lagi. Bahkan untuk meminta maaf pun tak ada. Aku sendiri ga pernah menyadari sampai sejauh itu. Bahwa memang benar kalo ada kalimat “Tak ada yang abadi. Semua milik kita itu semu, hanya “pinjaman” dari Sang Pemberi Hidup”.

Trust me, it is true. Takut kehilangan sesorang atau sesuatu, saking takutnya sampai kita betul-betul ingin melakukan segalanya agar itu tidak terjadi. Apapun! Ketika perasaan itu ada, baru aku sadar bahwa cintaku sudah terlalu dalam. Gila karena cinta? Lebay banget! But I was there. Dan aku sendiri sampai tidak mengenali diriku lagi dengan segala tingkahku kemarin karena begitu takutnya kehilangan.

Dan ketika sepertinya semua kesempatan itu hilang hanya satu kesempatan yang masih ada. Kesempatan dari Tuhan. Ketika semuanya sudah seperti tidak ada harapan, satu harapan masih ada. Harapan pada Tuhan. Dan ketika kesempatan itu diberikan, tidak terbuang satu detik pun dimana aku tidak mengucap syukur dan menikmati waktuku bersamanya. Saat ini, hanya satu inginku, bersamanya selamanya, meraih impian dan masa depan bersamanya.

Tapi jujur aku bersyukur, sangat bersyukur aku sudah pernah mengalami perasaan itu. Dengan aku pernah merasakan seperti itu, aku jadi belajar untuk lebih bisa menghargai apapun yang aku miliki. Siapa pun yang aku miliki. Kadang kita entah secara sadar atau tidak sadar menyakiti orang-orang yang justru terdekat dengan kita. Entah itu pasangan, sahabat atau justru orang tua dan saudara. Terkadang kita malah tidak ada maksud untuk menyakiti sama sekali. Niat kita baik, tapi caranya yang salah. Kita cenderung selalu merasa bahwa jika niatnya sudah baik, atau menurut kita baik, ya pasti baik juga untuk mereka. Padahal realitanya tidak semudah itu. Justru terkadang hal seperti itulah yang menimbulkan konflik. Dan perasaan itu juga mengajariku untuk lebih jujur terhadap perasaanku sendiri. Peristiwa kemarin, kata seseorang, adalah sebuah “teguran” karena aku tidak pernah menyadari apa arti dirinya untukku. Seorang yang keras kepala memang harus menerima bentuk “teguran” yang sekeras itu pula supaya akhirnya sadar. Mungkin…

Makanya sekarang aku belajar untuk lebih banyak berpikir. Dalam artian, semua tindakanmu, pikirkan dalam-dalam. Terkadang jika memang sudah terlanjur terjadi mintalah maaf. Just a simple word “sorry”, jelaskan maksudmu tanpa harus memberi pembelaan.

Jujur pula, perasaan takut, khawatir dan was-was itu masih ada. Takut melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan kesempatan itu hilang lagi. Tapi seperti kata seorang sahabat: Bukan tanpa alasan kita dianjurkan untuk selalu berpikir positif. Karena semua kejadian dalam hidup kita berawal dari pikiran. Pikiran menentukan sikap, sikap menentukan hasil. So be positive and you will get a positive life.

Posted by: judeangel | August 20, 2010

Blessed in Love

Pada suatu kesempatan interview, sang calon bos tiba-tiba mencetuskan suatu pertanyaan yang – sebenarnya ngga ada sangkut pautnya dengan pekerjaan ato profesi sama sekali – cukup mengejutkan: Sudah berapa kali pacaran :D?

Kaget dong! But to be honest I started to count! Gila, ga bisa ngomong spontan, harus ngitung dulu berapa kali gw pacaran. Belon lagi kalo yang affair-affair diitung juga! Akhirnya gw nanya: Pacaran yang gimana ni Pak? Apakah cinta-cinta monyet juga masuk itungan? Sang Bapak ngejawab: Pacaran yang serius aja, yang menjurus ke pernikahan. Ow…, gw manggut-manggut. Kalo itu sih masih bisa gw jawab spontan tanpa perlu ngitung haha…

But anyway, gw disini juga ga bakalan go public dengan angka berapa kali gw pacaran, diluar apakah itu serius, setengah serius, TTM-an, selingkuhan ato apa pun itu.

Berawal dari so a simple question, gw hari ini sempet me-review ulang dan men-flash back kehidupan percintaan gw. Terutama mengingat kembali para cowok-cowok yang pernah dan yang sedang ada dalam hidup gw.

Overall I must say that I am blessed! Dengan sebagian besar mantan-mantan gw masih keep in touch, meskipun cuma sekedar say hello ato basa basi, tapi komunikasi dan silaturahmi masih berjalan. Dengan beberapa malah masih cukup dekat, no feeling tapi kadang masih curhat-curhatan. Dari hubungan yang pernah ada dulu, tentu ada pihak yang tersakiti dan yang disakiti. Tapi itulah mengapa gw sangat bersyukur. Meskipun dulu pada awalnya sakit tapi toh semuanya bisa teratasi dan hubungan bisa diperbaiki menjadi teman. I am losing a lover but gaining a friend.

Dipikir lebih dalam lagi, I was and I still am not an easy girlfriend! Mood yang berubah-ubah seperti cuaca di musim pancaroba, sikap yang manja, kolokan dan okaysometimes also childish. Belum lagi keras kepalanya!

Dari semuanya toh yang terpenting mereka udah ngasi gw banyak banget pengalaman dan kenangan. Ga terkecuali juga pelajaran yang mungkin ga akan bisa didapat dari sekolah ato seminar manapun. Pelajaran yang bisa gw pake untuk menjalani hubungan gw yang sekarang. Dari yang sekarang pun gw udah banyak belajar juga, selalu terus berusaha untuk menjadi lebih baik – meskipun kadang ga gampang dan dengan cara yang kadang-kadang ga selalu sesuai dengan selera gw, dengan pertengkaran dan pertentangan. Tapi like a good friend said: Be thankful that he will do that to you. It shows that he cares!

And once again I say that I am blessed! Dan berharap kali ini gw ga akan menyia-nyiakan berkat ini.

Posted by: judeangel | June 16, 2010

Who are we that we could judge other?

Oke… ngomongin topik yang satu ini kayaknya ga ada habisnya. At least untuk beberapa minggu kedepan pasti masi akan jadi the hot topics everywhere: twitter, kaskus, fb and and and…

Video intim selebriti. Yup aku ga mau pake istilah video porno. Porno tuh kesannya negatif banget! Banyak pro dan kontra, banyak pendapat, banyak dukungan dan cemoohan. Heboh beritanya sampe ke manca negara, ngalah-ngalahin berita FIFA World Cup 2010! Jujur aja masih banyak hal yang berhubungan dengan tema ini yang mengganggu aku. Banyak banget malah. Salah seorang teman berkomentar: Who are we that we could judge other? Yang intinya: Ngaca dulu sebelum menghujat orang lain. Ya kayaknya pesan itu perlu di shout ke seluruh penjuru negeri ini. Kalian tuh sapa kok berani-beraninya menghakimi orang lain? Ngaca dulu belum tentu yang ngomong sok alim tuh juga bersih dari segala kesalahan. Ingatlah: Siapa yang paling keras teriak maling justru dialah malingnya…

Pake alasan moral dan asusila? Please deh… Kita bukannya membenarkan perbuatan itu, tapi apakah perlu untuk menghujat, menghakimi dan mencemooh? Apalagi diagnosa sepihak yang katanya perbuatan orang sakit jiwa! Ehm… kayaknya yang ngomong itu harus baca bukunya Sigmund Freud dulu tentang jenis-jenis sakit jiwa.

Tidak harus menjadi fans dari Luna Maya-Ariel dan Cut Tari untuk merasa kasihan kepada mereka. Kemunafikan justru adalah senjata penghukum yang paling mematikan bagi manusia… Bukankah begitu?

Posted by: judeangel | December 31, 2009

Happy New Year – A Year’s Review

Again, we stand at a year’s end. And again I become a year older in this last day of the year. Thank to God for giving me another one year to get older, to be wiser, hopefully. A year more to be with my family and my friends, all the people I love.

And again in this last day of the year, whether I like it or not, I make my year’s overview. What I have done, what I have achieved, new friend I have made. Being consistent with what I had purposed on the beginning of 2009, I hadn’t made any resolution. No concrete goals, such as I have to get married, I have to get a new job, promotions and so on through this year. I can’t complaining. This year had given me lots of possibilities, new friends and new chance.

It was not an easy year though. I had to go through some difficult times, silly fights with friends or my beloved ones, jobs I really hate to do. But thank God, I have learnt this year to be thankfull for everything. I have seen every challange and every problems as a probation to be a better person, not as a punishment. I have tried to be more positive. Yet, the way is still far away from perfect.

Tonight, only a couple hours left to the new year, three hours left for my Birthday, I am very thankfull for something I always have in my life: family and good friends. Their love, I realize is the only thing, that keeps me strong. Today, with all the birthday wishes, I am welcoming a new chapter of life in the new year.

Happy new year 2010. May the new year will bring us luck and happines. God’s bless will always be with us.

Posted by: judeangel | December 1, 2009

A tale for the 1st of December

Today, December 1st. Hari AIDS sedunia. Tapi anehnya seharian aku pantau situs FB-ku tidak ada seorangpun temanku yang menulis status mengenai ini.  Aneh, aku jadi berpikir, tidak ada seorangpun kah yang perduli? Mungkin… 

Mungkin tidak banyak dari kita yang pernah berhubungan dengan penderita HIV AIDS. Membayangkannya pun mungkin tidak pernah. 

Dulu aku mungkin juga ga akan terlalu perduli. Hari AIDS tanggal 1 Desember akan berjalan seperti hari-hari yang lain juga. Tapi tidak sejak beberapa tahun terakhir ini. Sejak aku kehilangan seseorang akibat HIV AIDS. Jujur aku sampai saat ini ga tau, apakah penyakitnya sudah masuk ke tahap AIDS atau belum waktu dia harus menyerah pada penyakitnya.

Seorang sahabat, bisa dikatakan begitu. Meskipun aku hanya sempat setaun saja mengenalnya. Kesan pertamaku dia orangnya pendiam, tertutup. Susah banget diajak ngobrol. Oke typical seniman. Agak unik kepribadiannya. Sensitif, moody. Tapi dia sangat kreatif. Aku sangat menyukai lagu-lagu ciptaannya. Bener-bener penuh perasaan. Terkadang juga terkesan cengeng. Tapi ga picisan. Aku rasa dia ingin mengungkapkan perasaan dan isi hatinya melalui lagu-lagu ciptaannya. 

Suatu ketika, saat hunting kostum manggung, secara ga sengaja aku membuka rahasia gelapnya. Bekas-bekas suntikan tersebar di seluruh lengannya. “Tatoo masa lalu bu” begitu katanya. Masa lalu yang mengikutinya dan memaksanya untuk menyerah pada akhirnya. 

Sejak itu dia mulai membuka diri. Sejak itu aku jadi semakin sering bertukar pendapat dengannya. Tidak jarang juga dia jadi penasihat untuk masalah-masalahku. Ga pernah banyak bicara, tapi selalu mengena.

Kemudian datang masanya dimana keadaannya memburuk. Aku sendiri sampai sekarang masih ga tau apa pemicunya. Lama dia menarik diri dari peredaran, dari kami teman-temannya. Saat kami bertemu lagi dengannya setelah sekian lama, tubuhnya yang kurus jadi makin kurus. Saat itu aku mendengar tentang penyakitnya yang selama ini selalu berusaha disembunyikannya: HIV.

Tapi masih terlihat semangat juangnya melawan penyakitnya. Tapi toh ternyata terlambat. Tidak lama setelah kondisinya memburuk, dia pun pergi. Aku tidak sempat melihatnya di saat-saat terakhirnya. Aku tidak sempat berpamitan. 

Aku merasa kehilangan teman untuk bertukar pikiran. Aku kehilangan seorang penasihat. Tapi aku juga berbahagia untuknya, karena dia telah mendapatkan pembebasan. Pembebasan dari segala penyakit yang di deritanya. Aku bersyukur pernah mengenalnya. Satu lagi malaikat yang dikirim Tuhan untuk memberiku pengalaman hidup, meski akhirnya Tuhan memanggilnya kembali.

Selamat jalan sahabat, kami akan selalu mengenangmu. Lagu-lagumu akan selalu kami putar bila merindukanmu.

Posted by: judeangel | November 21, 2009

Sepenggal curahan hati rakyat

Melihat acara di TV akhir-akhir ini bukannya jadi hiburan tapi justru malah bikin bete, jutek dan bad mood level tinggi. Intinya menyebalkan dan memuakkan! Udah berminggu-minggu kita pemirsa televisi dirumah dicekoki dengan pertikaian yang tidak kunjung ada juntrungannya, tidak jelas lagi arah dan tujuannya. Seharusnya siy bukan hal yang baru lagi, secara politik dan semua kebusukannya kan sudah menjadi bagian dari hidup sehari-hari.

Tapi yang membuat semuanya menjadi LEBIH memuakkan dari biasanya adalah para pelaku politik ini sepertinya sekarang bermutasi menjadi wannabe actrees, wannabe prominent. Dengan alih-alih “transparasi politik untuk rakyat”, kita disuguhi tayangan semi Live dari ruang sidang. The BIG BROTHER of Politics. Ajang politik sekarang tidak ada bedanya dengan Infotainment. Seperti gosip picisan! Cara mereka berlaku di depan kamera mengalahkan sinetron yang paling ancur sekalipun! Jujur aja melihat tingkah polah mereka ada sebersit penyesalan mengapa pada PEMILU lalu aku bela-belain menggunakan hak pilihku.

Ternyata secercah rasa optimismus dari kami para rakyat tidak bisa berlaku di negeri ini. Diam-diam mereka tertawa kegirangan. Puas karena sudah berhasil membodohi rakyat. Optimismus dan idealisme… Dua kata yang tidak pernah dapat berlaku di negara ini. Jadi coret saja keduanya dari dalam kamus Bahasa Indonesia! Mudah kan? Toh tidak ada penggunaannya!

Belum cukup dengan politik ikan asin, kita masih harus mendengarkan omong kosong tentang hal-hal yang bukan main picisannya! Film yang dicekal hanya gara-gara satu atau beberapa organisasi tidak pernah mudeng tentang arti FIKSI. Bukan main!!!! Tapi bukankan yang ada setiap harinya di layar kaca lebih parah dari sebuah film berjudul 2012????

Kadang memang sulit sekali menumbuhkan rasa bangga menjadi warga negara ini. Padahal kalo kita lihat begitu banyak potensi yang dimiliki negara kita. Begitu indahnya negeri ini. Kami menyadari itu. Dan oleh karena itu kami dulu pernah merasa optimis dan berharap. Berharap akan sebuah perubahan.

Harapan itu pernah ada. Tapi rasanya tidak akan bertahan lama.

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 100 other followers