Posted by: judeangel | November 10, 2008

Miss Drama

Pernahkah kalian berada dalam suatu situasi, dimana semua berjalan tidak pada tempatnya? Selalu ada saja yang salah. Seakan-akan seluruh dunia memusuhi kita. Mobil mogok, ban bocor, kehujanan, berantem dengan pacar. Dan itu semua terjadi dalam satu hari, dalam tenggang waktu 24 jam! Apakah yang kalian rasakan? Bagaimana kalian menyikapinya?

Aku terlahir sebagai suatu pribadi yang sangat emosional. Emosional disini bukan berarti labil. Oh tidak, bukan itu maksudku. Emosional disini adalah taraf tingkatan emosi yang sangat tinggi, meledak-ledak. Dan itu berlaku untuk semua emosi yang dimiliki oleh umat manusia: Marah, Sedih, Gembira. Tapi sekali lagi, emosiku tidaklah labil! Justru aku merasa dengan sifatku yang mudah meledak-ledak seperti itu, aku justru mempunyai kestabilan emosi.

Seorang yang labil, mudah sekali untuk “jatuh”. Untuk putus asa. Merasa hidupnya tidak punya arti, kehilangan gairah hidup. Aku bukannya tidak pernah merasa seperti itu. Tentu saja. Perbedaannya adalah, begitu aku merasakan emosi yang negatif, aku berusaha untuk mengangkatnya lagi. Bagaimana? Ya tadi itu. Ledakkan emosi negatif tersebut. Kalo sedih, ya nangis aja, ga usah ditahan. Kesal? Marah? Ya marahlah. Tapi kalo sudah ya sudah. Easy come easy go. That’s me. Ibaratnya seperti awan mendung. Menggantung begitu berat, membuat cuaca panas menyesakkan. Kalo udah dibuang, hujan sudah diturunkan, semua jadi cerah lagi. Ya seperti itulah kira-kira.

Kadang aku juga tidak mengerti, kenapa aku bisa punya emosi yang begitu meledak-ledak. Dan jangan dikira aku selalu menikmati keadaan seperti itu. Menjadi seseorang yang emosional sangatlah melelahkan. Menguras tenaga. Coba saja bayangkan, berapa kalori yang harus dibakar untuk telpon selama berjam-jam sambil menangis histeris meraung-raung atau meluapkan perasaan marah dan murka sampai beradu kekuatan – fisik dan mental. Satu sesi aerobic saja pasti tidak akan membakar kalori sebanyak itu.

Seseorang pernah berkata, aku selalu membuat suatu drama dari segala situasi yang aku hadapi. Dulu aku selalu membela diri dan berkelit. Sekarang, aku mengakui sendiri. Memang seperti itulah adanya. Dan aku sendiri juga tahu kalo masih memerlukan waktu yang sangat panjang untuk belajar mengatur dan meredam emosiku.

Time is the best teacher to learn to do something. But how many time do I need? It depends on myself…

Posted by: judeangel | November 3, 2008

Kedewasaan

Aku adalah tipe personality yang sangat spontan dan bertemperamen tinggi. Grusa-grusu kata orang tuaku dulu. Nyolotan pernah seorang teman berkomentar. Tidak sabaran apalagi. Oke memang begitulah adanya dan aku mengakuinya dengan sepenuh hatiku. Jujur aja aku tapi tidak pernah bermaksud jahat kepada semua orang. Reaksiku begitu karena begitulah aku. Kadang kalo mau seenaknya sendiri bisa saja aku selalu bilang:

“Ya emang begitu mo diapain. Loe terima sukur, ga terima ya urusan loe!

Weits, tapi kalo begitu caranya, gimana mau hidup bersosialisasi? Gimana mo punya temen? Di umurku yang udah kepala tiga ini aku boleh mengakui kalo aku banyak belajar dari pengalaman. Aku juga belajar memahami sifat-sifat dan watak-watak orang di sekitarku. Tidak selalu berhasil memang, aku akui. Kadang masih ada konflik yang timbul. Tapi mungkin disinilah initinya. Hidup macam apa sih yang ngga menawarkan konflik? Setiap individu kan dikaruniai kemampuan dan kebebasan untuk berpikir. Dan untunglah seperti itu. Mungkin memang sangat melelahkan dan menguras tenaga suatu konflik itu, tapi tanpa konflik, kita tidak akan pernah bisa berkembang. Perkembangan pribadi kita ada karena kita belajar untuk mengatasi konflik.

Aku bukan psikolog atau psikiater. Jadi aku tidak mempunyai kompetensi untuk menilai sifat-sifat orang secara profesional. Tapi entah mengapa, mungkin aku harus berterima kasih kepada sang guru Pengalaman, saat ini aku bisa berkata kalo Human Knowledge-ku boleh dibanggakan. Sebut saja insting yang semakin lama semakin tajam. Bisa saja begitu. Semakin matang. Mungkin juga.

Tapi aku belum mau menyebut diriku dewasa. Apa sih arti dewasa itu? Kapan kita mencapai kedewasaan?

Istilah dewasa menggambarkan segala  organisme yang telah matang, tapi lazimnya merujuk pada manusia: orang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita dewasa. Kedewasaan dapat didefinisikan dari aspek biologi, hukum, karakter pribadi, atau status sosial. Berbagai aspek kedewasaan ini sering tidak konsisten dan kontradiktif. Seseorang dapat saja dewasa secara biologis, dan memiliki karakteristik perilaku dewasa, tapi tetap diperlakukan sebagai anak kecil jika berada di bawah umur dewasa secara hukum. Sebaliknya, seseorang dapat secara legal dianggap dewasa, tapi tidak memiliki kematangan dan tanggung jawab yang mencerminkan karakter dewasa. [http://id.wikipedia.org]

Ya lihat saja definisi diatas. Sama sekali tidak jelas bukan? Makanya seringkali aku ngga mengerti kalo ada yang mendefinisikan dirinya sendiri:

“Aku sudah bertambah dewasa”

Ya bagaimana mereka bisa tahu taraf kedewasaan mereka, itu yang membuatku tercengang.

Kalo aku pribadi, aku mendefinisikan pribadiku bukan dengan kedewasaan. Menurutku aku mengalami perubahan watak menuju arah yang lebih baik. Entah itu lebih sabar, lebih bisa menerima kekurangan orang atau lebih tidak grusa-grusu dalam mengambil keputusan. Tapi aku sepertinya tidak akan pernah yakin untuk menyebut diriku dewasa. Kedewasaanku mungkin hanya orang lain yang bisa menilainya. Dan sampai detik ini belum ada seorangpun yang sudah begitu baik hatinya untuk menyebutku dewasa.

Sayangnya….

Posted by: judeangel | October 9, 2008

Malang Part 2 – Back to Nature

Sejak mantan suami dulu bikin panggilan sayang “Erdbeer-Nase” alias “Strawberry Nose” ga tau napa aku jadi addict ama buah kecil berwarna merah berbintik ini. Rasanya seger banget kalo ngeliat segerumbul strawberry yang gede-gede dan merah-merah. Alhasil sekarang kalo nemu Strawberry kayanya udah giras aja bawaannya!

Dan mungkin gara-gara itu juga aku dari dulu ngebet pengen wisata agro petik strawberry di Agro Wisata Batu. Mumpung di Malang pas hari-hari pertama mobil masih blom dibawa mudik ama sodara, kita meluncur ke arah kota Batu. Dulu Batu itu masih termasuk wilayah Kabupaten Malang. Tapi ga tau sejak kapan dan kenapa kok tau-tau melepaskan diri jadi suatu Kotamadya sendiri. Whatever.

Istilah Wisata Agro sendiri artinya adalah berwisata sambil beragro. Lho? Piye to? Maksudnya ya melihat dan merasakan dari dekat dan secara langsung kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan agrobisnis, seperti bertani, berkebun, nanem bunga, metik apel, dan lain-lain.

Di Agro Wisata Batu terdapat dua jenis wisata agro: Kebun Apel dan Jeruk atau Kebun Strawberry. Atau dua-duanya. Diberikan alternatif pilihan paket-paket di loket masuk ke area perkebunan. Harga berkisar antara 25K sampe 50K. Fasilitas tergantung paket yang diambil. Semakin mahal semakin banyak ekstra-nya. Yang pasti disetiap paket udah termasuk welcome drink (juice apel ato jeruk) ama petik buah-buahannya. Dibatesin tiap tiketnya 2 (dua) buah untuk apel dan 4 (empat) buah untuk strawberry. Masuk akal kenapa dibatesin, soalnya kalo ga kasian tanamannya, ntar gundul sebelum waktunya.

Fasilitas lainnya misalnya bisa ambil paket yang dapet menu makanan. Makanannya juga unik, diseuaikan kayaknya ama tempat. Nasi goreng strawberry, steak ayam saus apel, ayam penyet sambal strawberry. Yang sempet aku cicipin apple pie-nya. Enak bangettttt. Aduuh pengen lagi deh! Asem-manis rasa cinnamon gitu. Selain itu ada juga paket yang include sebungkus sayur hydrophonik. Sayuran segar tentunya, langsung dari kebun!

Turun gunung mampir isi perut dulu di Warung Sate Kelinci. Namanya aja warung, tapi bentuknya Resto lesehan gitu dan menu yang tersedia ga melulu sate kelinci aja. Saking udah kelaparan kita pesen kayak orang kalap. Seporsi Ca Sawi, Terong Penyet, Gurame Bakar dan ini yang sangat unik Jamur Kremes! Jamur tiram digoreng tepung a la kremesan gitu. Enak banget rasanya. Kalo semua menu vegetarian kayak gitu bole juga berpikiran untuk pindah aliran.

Seneng rasanya bisa merasakan sedikit hawa gunung, meskipun Batu toh tidak sedingin dulu lagi. Mengganti suasana kota dengan suasana perkebunan – meski cuman sebentar – cukup lah menyegarkan pikiran. Perlu lebih sering lagi di-planning, selain mengusir suntuk, juga menetralisir tubuh dari udara polusi kota.

Posted by: judeangel | October 9, 2008

Malang Part 1 – Wisata Kuliner Nostalgia

Penyakit alami manusia – terutama pegawai ato karyawan – adalah paling malas mulai hari kerja pertama setelah libur panjang. Kasusnya kayak liburan lebaran yang baru aja usai kemarin. Hiks… begitu cepatnya waktu berlalu di masa liburan.

Ngapain aja sih liburan kok sampe segitunya? Mayoritas penduduk Indonesia pasti menjawab: MUDIK. Begitu juga aku. Mudik ke kota asal. NGALAM ATOK. KERA NGALAM asli rek. Hubunganku dengan kota kelahiranku ini bisa dibilang some kind of Hate-Love-Relationship. ‘Love itcoz ya sapa siy yang ga cinta ama asalnya? Kecuali kal emang kacang yang lupa kulit kali ya. Tapi mau gimana-gimana asal dan akar ga mungkin bisa diabaikan. Hate-nya? Kalo dibilang hate sih agak terlalu extreme, mungkin kadang males aja pulang.

Pas mudik kemarin tapi ternyata aku menemukan kembali cinta lama. Kalo udah di Malang soal njajan itu emang dah ga ada habisnya. Makanan-makanan jaman jadul dulu semua masih lengkap. Jadi istilahnya WIsata Kuliner Nostalgia kali ya. Contohnya aja warung (depot) “Asri” di Jalan Dr. Cipto yang udah berdiri sejak tahun 1969. Lucunya aku sendiri ga pernah tau niy depot, baru kemarin aja dikasi tau ama temenku. Say: Vini Vidi Vici, kami datang kami menyerang (makanan) dan kami kenyang! Menu andalannya: Lodeh tahu. Emang enakkkkkkkk, potongan tahunya gede. Ditambah dengan tempe goreng – khas Malang tentunya, gede-gede dan kedelainya kerasa banget! Puas deh!

Perhentian berikutnya: ni dia pecel favoritku sepanjang masa: Pecel “Mustika” di Jalan Rajekwesi. Dari kecil ampe sekarang kalo pecel ya harus Pecel Mustika. Bumbunya itu lho yang keliatan banget kalo masih diproses dengan cara diulek, bukan memblender. Jadi ga hancur alus banget gitu, masih kerasa kacangnya, cabenya juga masih keliatan potongannya. Wih mantap! Ga ketinggalan tentu tempe goreng khas Malang. Selain pecelnya, nasi campur “Mustika” juga jadi andalan. Tapi kayaknya mereka rada mengurangi porsi, habis nasi-nya cuma seuprit. *Sayang disini saking udah kalap kelaparan sampe lupa bikin foto hiks hiks

Kalo bicara tentang kuliner nostalgia, yang satu ini tentu ga bole kelewatan kalo lagi berkunjung di Malang. “Toko Oen” di Jalang Basuki Rahmat. But I was very dissaponted. Boro-boro sempet ngerasain makanannya, wong mau pesen aja lamanya adzubillah. Masa sih resto sekelas “Toko Oen” ga bisa memberikan service yang sesuai, secara tamu-tamu mereka kan kebanyakan turis – lokal dan internasional. Resto yang kayak gini nih bikin anti, mentang-mentang udah ngetop terus mereka ga lagi ngurusin service dan kualitas, tapi malah mainin harga sampe setinggi angkasa! Hhhh…, tambah satu lagi deh daftar “No-No“-Resto-ku.

Tapi di “Toko Oen” ada nice surprise juga siy, aku nemuin permen jaman jadul banget! Ngeliatin bungkus dan bentuknya yang sama sekali ga berubah awalnya beneran skepsis, astaga, niy permen masi diproduksi ya? Ato ini malah cuma pajangan museum? Tapi setelah ngeliat kode produksi serta expired date-nya barulah yakin kalo permen-permen ini bukan fosil peninggalan masa lalu. Harga kayaknya juga masi harga masa lalu juga, 1500 sebungkus!

Back to SMA-Time: Pangsit Mie dan Gado-Gado Dempo. Meski disini aku ga ikut makan, cuman makan es teler aja, tapi apa sih yang masi harus diceritain dari Pangsit Mie Dempo? Berlokasi dibelakang SMA terfavorit di Malang (wuaaahhh narzis, ga obyektif blas!). Tapi kalo bole sedikit jujur, kualitas rasa agak berkurang deh. Gado-Gado masih tetep top!

Cukup puas berwisata kuliner nostalgia pas mudik kemaren. Sayang bertepatan ama libur lebaran, jadi ada beberapa tempat yang mestinya udah kangen banget mo nyoba tapi tutup. Kayak misalnya Mie Gadjah Mada di Jalan Pasar Besar (ex Pecinan). Wuah itu mantep banget mie-nya, apalagi siomaynya! Kemudian ada toko “Madjoe” di Pecinan juga yang jual kue-kue kering home made, enak banget, serasa bikinan sendiri…

Selain wisata kuliner ngapain lagi? Kuliner juga di rumah, alias masak-memasak. Diluar kuliner, nonton DVD ampe jebol! Dan sempet juga bikin tour singkat ke Batu. Itu another chapter deh….

Posted by: judeangel | September 13, 2008

COSI – Hongkong & Macau Cuisine

SUTOS sebenarnya sudah sejak lama jadi tempat nongkong favoritku. Dan karena konsep SUTOS dari awal sudah dining mall (eh bener ga siy, asal aja deh aku kasih nama gitu), ya buat petualang dan pencinta kuliner sepertiku SUTOS semakin jadi tujuan favorit untuk ketemuan temen.

Seperti hari Selasa kemarin ada janjian frieness (Friend-Business) ketemuan di SUTOS. Sudah agak lama aku ga kesini. Gerai tempat-tempat makan yang ada semakin banyak. Yang umum-umum kayak Solaria, IZZI PIzza, Quali, Wendy’s dan JCo Donuts sih udah biasa. Yang blom pernah dicoba nih yang menarik perhatian mata dan perut-ku. Ada Fish & Co (gosipnya: mahal tapi super enak!), Malay Village (serumpun ama Penang Village, so ga terlalu special juga), Takigawa Japanese Resto (yang punyanya Mulan Guritno tuh, tapi udah diliput ama sobat sesama pencinta kuliner) dan COSI.

Ngeliat tampilannya dari luar COSI sebenarnya udah terlihat cozy banget. Lucu banget ada tempat duduk yang pake ayunan-ayunan gitu. Tapi kalo makan sambil ayun-ayun gitu apa ga mual ya? Iseng minta liat menu-menunya dulu sama waiting staff-nya. Hey, dilihat dari nama-nama hidangan ama foto-fotonya kok menarik ya. Something new, something unusual gitu. Jadi diputusin kali ini kita nyobain berpetualang kuliner ke Hongkong dan Macau.

Dari sisi Hongkong-nya kebanyakan mirip Chinese Food cuma namanya aja yang agak beda. Misalnya Chicken in Sanca Vinaigrette yang tampilan dan rasanya sebenarnya mirip koloke. Waktu pesanan satu ini datang agak shok ngeliat porsinya yang aduhai mini sekali. Not really special.

Terus bubur-buburan dan noodle soup. Berhubung tenggorokan agak-agak gatal kemarin aku pesan Signature Lamien Soup yang isinya daging ayam, ham (yang dari bentuknya kok malah mirip beef salami!) dan telur mata sapi. Sayang sayurnya kok pake lettuce jadi agak-agak ga original. Soal rasa, kuahnya terasa kaldunya, tapi Mie-nya ga berasa apa-apa alias hambar. Daging ayamnya ok lah, telur mata sapinya setengah matang, yummy!

Kalo Macau cusinie-nya punya sedikit touch Portuguese, secara Macau lama dibawah pemerintahan bangsa Portugis. Nah yang satu ini kayaknya jadi favoritku disini: COSI Baked Rice Three Season. Nasi dengan potongan daging ayam yang dipanggang dengan tiga saus: Cheese cream sauce, Curry sauce dan Tomato sauce. Bener-bener enak banget perpaduan tiga saus yang sangat kontras, kental banget!

And penutupnya buat pencinta dessert, kayaknya COSI menawarkan pilihan hidangan manis-manis yang sangat-sangat beragam. Yang paling menarik perhatian (selain manggo pudding!) adalah Aloha Snowman. Chocolate Ice Cream yang dibungkus dengan adonan roti pandan yang kemudian digoreng! Waduh, bener-bener istimewa!

COSI menawarkan banyak hal yang berbeda dari apa yang kita kenal dari Chinese Cuisine selama ini. Cuma ya itu benar-benar harus tau biar ga kejebak oleh sesuatu yang “biasa-biasa” saja. Next time pengen nyobain Nasi kukus yang penyajiannya dalam keranjang bambu gitu, looks so yummy, ama mango pudding-nya!

Posted by: judeangel | August 30, 2008

Cumi Kremes – Sesuatu yang Beda

Ayam kremes? Semua orang pasti udah tau. Ikan goreng kremes? Juga udah cukup dikenal. Tapi gimana dengan Cumi kremes? Kayaknya masih belon terlalu umum deh.

Sebenernya siy udah lama bojo-ku ngaja nyobain cumi kremes hasil rekomendasi dari temen kerjanya. Sampe sempat berantem gara-gara jauhnya yang ga ketulungan! Tapi akhirnya hari minggu kemarin keturutan juga mampir di Warung Regeng di Jalan Demak 227 B Surabaya. Awalnya sempet ga nemu, soalnya temen kerja bojo-ku rekomendasi-nya warung. Udah lewat berkali-kali, tak tampak juga warung yang menjual cumi kremes. Yang ada malah depot yang jual Ayam kremes. Di depot ini kita berhenti tapi sebelum masuk nanya dulu apa bener mereka jual cumi kremes juga. Daripada malu belakangan kan, udah masuk, duduk baru nanya, trus kalo ga ada nyelonong keluar lagi.

Kalo ngeliat daftar menunya, Warung Regeng ini keliatannya spesialisasi kremes deh. Semua makanan serba kremes: ayam kremes, cumi kremes, bandeng kremes, tahu tempe kremes, ati rempelo kremes. Weleh!

Akhirnya kita mesen Cumi kremes – secara ini yang emang dicari, tahu tempe kremes dan ikan gurame kremes. Plus sambal mangga muda.  Rasanya bisa dibilang ya mirip kremes-kremes yang selama ini kita kenal. Garing dan renyah. Cuminya juga ngga alot. Boleh lah dijadikan alternatif untuk pengganti menu kremes yang sudah umum. Soal harga juga reasonable banget. Cuma jauhnya itu lho….

Posted by: judeangel | August 16, 2008

Happiness

Sometimes people think about this very one question, what is happiness? What could make me happy? Or just simply: Am I happy? I have read a lots of quotes or phrases about happiness. Let’s list some:

For me, I am happy for every single day in my life, for a simple kiss from the dearest one, playing together with my two furry sweethearts. The time together with my friends. To know that my family are okay. For me to know that I am alive and the life itself is happiness.

See… so many definition about happiness. I think that depends on everybody’s understanding about life itself. What do we expect from life, what we really want from our life, from ourself.

Posted by: judeangel | August 16, 2008

OOT 1 – Cockroach Chapter

Lucu aja ngeliatnya:

Kebiasaanku kalo sebelon tidur ada lah baca. Sehabis nonton tayangan Pemilihan Putri Indonesia, mataku masih blom mau diajak bobo. Alhasil buka-buka komik dulu untuk pengantar tidur. Tiap malam para “penjaga”ku selalu ikut masuk kamar. Yang satu udah ngambil tempat favoritnya di kolong ranjang, yang satu nyelip antara lemari dan meja TV. Sekonyong-konyong ada iklan lewat alias kecoa jalan-jalan di lantai kamar. Don’t ask gimana kecoa bisa nyasar kekamar padahal semua pintu tertutup rapat dan ga ada celah-celah apalagi pintu rahasia. Lebih nekadnya (ato begonya) dia nyelonong aja jalan di depan hidung anjingku. Ya otomatis si Rascall yang lagi enak-enak bobo bangun dan langsung menyerbu sang kecoa. Kecoa kabur ke kolong ranjang, disana dihadang oleh Chico.

Ga ngerti berapa lama pertempuran tak seimbang ini masih berlajut tapi yang jelas tadi pagi aku udah menemukan sang kecoa terbalik dan termutilasi….

Sekali lagi, emang ga penting banget… tapi lucu aja ngeliatnya!

Posted by: judeangel | August 12, 2008

What Judith Angelina Means

You are fair, honest, and logical. You are a natural leader, and people respect you.
You never give up, and you will succeed… even if it takes you a hundred tries.
You are rational enough to see every part of a problem. You are great at giving other people advice.

You are a very lucky person. Things just always seem to go your way.
And because you’re so lucky, you don’t really have a lot of worries. You just hope for the best in life.
You’re sometimes a little guilty of being greedy. Spread your luck around a little to people who need it.

You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row.
You are powerful and competent, especially in the workplace.
People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality.

You tend to be pretty tightly wound. It’s easy to get you excited… which can be a good or bad thing.
You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don’t stick with any one thing for very long.
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.

You are a seeker. You often find yourself restless – and you have a lot of questions about life.
You tend to travel often, to fairly random locations. You’re most comfortable when you’re far away from home.
You are quite passionate and easily tempted. Your impulses sometimes get you into trouble.

You are truly an original person. You have amazing ideas, and the power to carry them out.
Success comes rather easily for you… especially in business and academia.
Some people find you to be selfish and a bit overbearing. You’re a strong person.

You are usually the best at everything … you strive for perfection.
You are confident, authoritative, and aggressive.
You have the classic “Type A” personality.

You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people.
You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts.
You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals.

You are deeply philosophical and thoughtful. You tend to analyze every aspect of your life.
You are intuitive, brilliant, and quite introverted. You value your time alone.
Often times, you are grumpy with other people. You don’t appreciate them trying to interfere in your affairs.

You are friendly, charming, and warm. You get along with almost everyone.
You work hard not to rock the boat. Your easy going attitude brings people together.
At times, you can be a little flaky and irresponsible. But for the important things, you pull it together.

You are relaxed, chill, and very likely to go with the flow.
You are light hearted and accepting. You don’t get worked up easily.
Well adjusted and incredibly happy, many people wonder what your secret to life is.

http://www.blogthings.com/whatsyournameshiddenmeaningquiz/outcome.php
Posted by: judeangel | August 8, 2008

The Dark Knight – a Tribute to Joker

Source

Talking about movie released this year, there are some, which are really good: Indiana Jones and the Crystal Skull, Kungfu Panda, Iron Man, The Forbidden Kingdom and the list is still long.

But for me – and maybe also the opinion from more than Million people this summer – one is really the best of the best: THE DARK KNIGHT. The 6th sequel from all the Batman Movies. Directed by Christopher Nolan with Christian Bale in the Role of Batman. Honestly since BATMAN BEGINS- the first Batman from Nolan-Bale – I fell in love with this version of Batman Movie. And since Batman is my favorite superhero as well. No, not Superman, not Spiderman. Batman is for me the real Superhero.

Back to the Movie. Nolan’s version of Batman is darker and more serious than the previous Batman movies. His version shows the dark side in Bruce Wayne’s personality, his real reason to be a “night watcher”. His dilemma in making the decision, his real past. No more comic fun in Nolan’s version.

And if we are talking about THE DARK KNIGHT, it beats all the Batman series – and I should say – it also beats all the Superhero Movies! Although it shows only less action, but the story and the character are perfect! Bale, Oldman, Caine, Freeman, Eckhart. They are so inside their role. Especially two – no four – thumbs up for the Joker! Heath Ledger as The Joker, he even outplayed Jack Nicholson’s Joker 19 years ago. Ledger gave Joker this cool craziness, cruelty. His only goal was to destroy the city, the humanity. With Ledger, Joker is no more a clown, he is a psychopath.

Still, I could feel his sorrow, feel sorry for him. He definitely stole Batman the show. The Dark Night for me is not a Batman movie anymore, it is a Joker Movie. Ledger deserve the Oscar for his Joker.


« Newer Posts - Older Posts »

Categories