Ijinkan aku bercerita mengenai suatu fenomena – yang mungkin sebagian besar dari kita juga sudah pernah mengalaminya. At least aku pribadi sering mengalaminya dan jujur saja awalnya aku sangat amat terganggu. Tapi sekarang, I found it quite funny actually.
Fenomena yang kumaksud disini adalah saat-saat dimana lingkungan disekitarku mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kadang aku sendiri belum tau jawabannya – atau sudah tau jawabannya tapi malas untuk membahasnya. Biasanya fenomena itu muncul pas jaman-jaman kuliah.
Waktu aku kuliah dulu – kira-kira masuk tahun kelimaku di Jerman, para kerabat sudah mulai ribet mempertanyakan kapan kuliahku bakal rampung. Tentu saja mereka ngga tau kalo kuliah itu – apalagi di negara yang bahasanya saja baru kukenal waktu mendarat disana – ngga gampang. Disambi pula dengan kerja untuk menyambung hidup. Tapi yang dilihat toh hanya jumlah tahun yang semakin membengkak dan bahwa itu equals dengan kuliah yang ga selesai-selesai dan mungkin juga pikir mereka aku ongkang-ongkang kaki disana. Ok, quite annoying at the moment. Dan waktu itu aku juga masih niat untuk memberi penjelasan panjang lebar. Atau mungkin lebih ke pembelaan diri? Entahlah.
Fase kedua adalah saat aku punya pacar dan waktu pacaran kami juga sudah mulai masuk ke hitungan satu dekade. Pertanyaannya: Kapan merit? Waktu itu aku udah males membahas. Aku masih ingat banget, jawaban apa yang ada di kepalaku: Buat apa merit, toh di sini (Jerman waktu itu) ga perlu merit idup juga udah kayak orang berkeluarga. Tapi akal sehat toh masih menang dan sopan santun pun masih ada sehingga aku cuma menjawab: Masih nunggu waktu yang tepat.
Ketika aku toh memutuskan untuk merit, pertanyaan itu tentunya ga berhenti sampai situ aja. Next level: Kapan punya anak? Astagaaa… Ya kalo kalian mo kirim duit buat biaya ngurus anak di Jerman siy aku dengan senang hati melahirkan calon-calon Cintha Laura yang berikutnya! Lho, kan di Jerman kalo punya anak terima uang subsidi dari negara? Ya emang bener, tapi apakah kemudian semudah itu? Siapa yang akan menjaga anakku kalo kami kerja? Babysitter di Jerman dibayar perjam, dan gaji per-jamnya setinggi gaji bulanan babysitter Indonesia!
Kalo mau diteruskan mungkin akan masih panjang lagi. Juga ketika aku memutuskan untuk balik ke Indonesia, meninggalkan kehidupanku disana, meninggalkan suami, memutuskan untuk berpisah. Atau sekarang disaat aku mempunyai sebuah kehidupan yang baru, pasangan baru, pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah berhenti. Dan lucunya pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah datang dari lingkungan terdekatku. Orang tua, adik, sahabat-sahabat terdekatku sama sekali tidak pernah mempermasalahkan semua itu tadi. Mungkin karena mereka mengenalku atau mereka hanya membiarkan aku menjalani kehidupanku sendiri.
Sebenarnya mungkin maksud mereka baik – dalam tanda kutip. Mereka concern padaku. Tapi kok sampe segitunya itu yang aku kadang ga ngerti. Dan sampai kapan akan berlanjut? Apakah sampai pada pertanyaan: Kapan mati? Na ja… mungkin sedikit berlebihan. Tapi bukankah memang agak berlebihan?
A typical dragon lady, who can’t stand still. Curious, always want to learn new things. Falls in love in a crowded city, which she couldn’t like at first. Moody, stubborn, easy-going but a thinker. Spend her money mostly on Food and Books. Addicted to chocolate, comics and crime series.


Ada lagi pertanyaan ? Kan enak di Jerman, rumah sakit gratis. Gundulmu gratis, bayar asuransi per bulan.
Sing sabar Jude… Sama dengan kadang aku suka kesel kalo orang Jerman tanya-nya “kalau udah lulus mau kerja di sini ya, ndak balik ?”
By: IMW on March 14, 2009
at 5:31 pm
kalo menurut aku ,pertanyaan2 itu cuma basa2i aja dith. Kalo pertama kali ketemu ma org kan selalu basa2i dulu hal yg umum,masak baru kenal langsung nanya berapa deposito lo dith?hahahaha….so cuek aja lagi…
By: joy - bali creative on March 19, 2009
at 6:57 pm
2Made – yoi blom lg yg fasilitas semakin dipangkas habis Gimana kabar Bang?
2Joy – sekarang siy cuek bu, intinya sapa siy loe pake nanya2 begitu hahaha
By: judeangel on March 19, 2009
at 7:10 pm
Setuju….. Menurutku itu cuman omongan basa-basi….. Biarin ajah
By: Antonio Carlos on March 20, 2009
at 9:35 am
Wieh. jauh betul kuliahnya…
By: Xpresi Blogger on March 28, 2009
at 4:12 pm
iya neng iu mah cuman basa-basi doang yang tidak perlu klarifikasi lengkap.
Salam kenal.
By: sugeng on August 7, 2009
at 8:27 pm
Jadi kapan merit-nya?!?!?!?! wakakakakakaka…..piss
)
By: N@N@ - Miss Universe on October 13, 2009
at 6:36 pm