Posted by: judeangel | November 10, 2008

Miss Drama

Pernahkah kalian berada dalam suatu situasi, dimana semua berjalan tidak pada tempatnya? Selalu ada saja yang salah. Seakan-akan seluruh dunia memusuhi kita. Mobil mogok, ban bocor, kehujanan, berantem dengan pacar. Dan itu semua terjadi dalam satu hari, dalam tenggang waktu 24 jam! Apakah yang kalian rasakan? Bagaimana kalian menyikapinya?

Aku terlahir sebagai suatu pribadi yang sangat emosional. Emosional disini bukan berarti labil. Oh tidak, bukan itu maksudku. Emosional disini adalah taraf tingkatan emosi yang sangat tinggi, meledak-ledak. Dan itu berlaku untuk semua emosi yang dimiliki oleh umat manusia: Marah, Sedih, Gembira. Tapi sekali lagi, emosiku tidaklah labil! Justru aku merasa dengan sifatku yang mudah meledak-ledak seperti itu, aku justru mempunyai kestabilan emosi.

Seorang yang labil, mudah sekali untuk “jatuh”. Untuk putus asa. Merasa hidupnya tidak punya arti, kehilangan gairah hidup. Aku bukannya tidak pernah merasa seperti itu. Tentu saja. Perbedaannya adalah, begitu aku merasakan emosi yang negatif, aku berusaha untuk mengangkatnya lagi. Bagaimana? Ya tadi itu. Ledakkan emosi negatif tersebut. Kalo sedih, ya nangis aja, ga usah ditahan. Kesal? Marah? Ya marahlah. Tapi kalo sudah ya sudah. Easy come easy go. That’s me. Ibaratnya seperti awan mendung. Menggantung begitu berat, membuat cuaca panas menyesakkan. Kalo udah dibuang, hujan sudah diturunkan, semua jadi cerah lagi. Ya seperti itulah kira-kira.

Kadang aku juga tidak mengerti, kenapa aku bisa punya emosi yang begitu meledak-ledak. Dan jangan dikira aku selalu menikmati keadaan seperti itu. Menjadi seseorang yang emosional sangatlah melelahkan. Menguras tenaga. Coba saja bayangkan, berapa kalori yang harus dibakar untuk telpon selama berjam-jam sambil menangis histeris meraung-raung atau meluapkan perasaan marah dan murka sampai beradu kekuatan – fisik dan mental. Satu sesi aerobic saja pasti tidak akan membakar kalori sebanyak itu.

Seseorang pernah berkata, aku selalu membuat suatu drama dari segala situasi yang aku hadapi. Dulu aku selalu membela diri dan berkelit. Sekarang, aku mengakui sendiri. Memang seperti itulah adanya. Dan aku sendiri juga tahu kalo masih memerlukan waktu yang sangat panjang untuk belajar mengatur dan meredam emosiku.

Time is the best teacher to learn to do something. But how many time do I need? It depends on myself…


Responses

  1. Hmmmmm….. (sambil manggut2) He he he he…. eng’gak kok, ntar kalo manggut2 lagi bisa disawat kecap. Ah aku rasa kok kamu bukan Ms Drama ah…. (secara yg udah hampir setahun ini kerja bareng n udah sering kena lu caci maki ha ha ha….) Be yourself aja lah…. asal lebih pinter mengatur aja……. Dari pada ditahan….??? Huayo….??? Tambah gak enak kan….

  2. biasanya manusia macam mbak itu banyak temannya. soalnya pasti manusia macam mbak ini mudah diajak berempati..

  3. 2Carlos – Ow ternyata kadar yg seperti itu msh blom level Miss Drama ya?

    2Ndop – Iya emang, seringnya begitu *sigh

  4. iya jude gak apa2, mending kalo lg marah di kluarin aja drpd di pendem trus meledak n membunuh org kyk Ryan. Aku n Carlos udah setuju org2 kyk kita yg mudah mengekspresikan emosi lebih sehat scr mental (pembelaan diri sbg salah satu miss drama….bahkan kadang jd drama queen he he he hehe)

  5. 2Jumai – hahaha, intinya siy selfcontrol deh Jum. Bukan masalah mengexploitasi emosi itu sendiri :D

  6. Termasuk tipe temperamental? Yang penting gak pendendam. Saia suka dg tulisan “easy come easy go”, seharusnya umat manusia harusnya begitu.. NOTHING TO LOOSE

  7. kalori banyak yg terbuang tapi kok ga kurus2 ya???hehe…….saranku mending waktu lo marah2 lo langsung lari ke gym aje, pasti lebi berguna say….

  8. mending gitu, mbak.. drpd ditahan2.. jadi bisul ntar hihihi


Leave a response

Your response:

Categories