Bulan September kemarin entah mengapa banyak banget temen-temen lama dari luar negeri pada mudik. Awal bulan my old childhood friend was visiting Indonesia and we have met again after 14 – yes FOURTEEN years. Setelah itu, akhir bulan giliran my old German Ladies Gang yang mampir ke Surabaya.
Of course, wisata kuliner pasti ga boleh ketinggalan dalam schedule. Kalo mau dibeberin satu persatu ga akan cukup waktu dan tempat. Lagian kalo nyeritain rujak cingur dan bebek kan udah sering. Makanya kali ini pengen menyajikan sesuatu yang berbeda, import dari luar Surabaya.
Bagi yang sering berwisata ke Jawa Tengah, khususnya daerah Jogjakarta, pasti sudah pernah mendengar tentang kesohoran Udang Bakar Madu Mang Engking. Dan sejak setahun yang lalu, Mang Engking melebarkan sayapnya merambah pasar Jawa Timur dengan membuka cabang di Pandaan. Tentu saja suatu keharusan untuk berkunjung kesana dengan teman-teman dari Jerman dan Jakarta.
Pertama kali nyobain Mang Engking kira-kira tiga taon silam di Jogja. Jangankan untuk seseorang yang baru pulang dari Jerman yang notabene jarang banget beli seafood segar, untuk siapa saja porsi Mang Engking terbilang heboh. Apalagi Mang Engking juga menawarkan paketan untuk dua sampai enam orang dengan harga yang sangat terjangkau. Bayangkan saja satu paket untuk enam orang terdiri dari Udang Bakar Madu, Udang Saos Inggris, Udang Goreng, Gurame Bakar, Gurame Bumbu Sambal, Tumis Kangkung, Karedok, Es Teh dan Es Jeruk serta Nasi di banderoll Rp 300.000,-, jadi perorang hanya harus menyumbang Rp 50.000,- saja!

Kelebihan dari hidangan Mang Engking tentu saja selain rasa adalah kesegaran bahan-bahannya. Lokasi Mang Engking selalu menjadi satu dengan tambak udang dan ikannya sehingga udang dan ikan yang disajikan sudah pasti terjamin kesegarannya. Dikonsep seperti saung-saung pedesaan di daerah Pandaan yang sejuk, membuat selera makan tentu saja semakin berlipat ganda.
Soal rasa tidak perlu lagi dipertanyakan. Sensasi manis madu dipadukan dengan gurihnya Udang Galah Jumbo segar menjadikannya memang layak menjadi trademark Mang Engking.

Udang yang lainnya pun tidak kalah pamor.

Tapi jauh lebih istimewa lagi adalah Gurame Bumbu Sambal. Oke jujur first impression agak-agak meragukan, sang Gurame hampir “tertimbun” oleh potongan cabe, jeruk limau dan rempah-rempah. Tapi setelah dimakan… Luar Biasa! Renyahnya gurame yang digoreng garing nikmat disantap dengan bumbu dengan rasa pedas cabe dan segarnya jeruk limau. Benar-benar sempurna… At least in our humble opinion

It’s definitely worth untuk menempuh perjalanan lumayan panjang dari Surabaya ke Pandaan untuk menikmati kelezatan Mang Engking sebagai selingan sejenak dari panasnya Surabaya.
Pictures by Edward Lie Photography

A typical dragon lady, who can’t stand still. Curious, always want to learn new things. Falls in love in a crowded city, which she couldn’t like at first. Moody, stubborn, easy-going but a thinker. Spend her money mostly on Food and Books. Addicted to chocolate, comics and crime series.

